Besok Siswa udah mulai Masuk Sekolah, Pilih Online Atau Tatap Muka

Iklan

Iklan

Besok Siswa udah mulai Masuk Sekolah, Pilih Online Atau Tatap Muka

Rabu, 14 April 2021, April 14, 2021
pilih sekolah online atau tatap muka


Jelutung.com - Usai libur Awal Ramadan 1442 H ini, PAUD, SD, dan SMP di Kota Jambi akan kembali masuk sekolah, dan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Namun tetap mengacu pada Surat edaran Wali Kota Jambi No 01/HKU/EDR/2021 tanggal 26 Februari tahun 2021 tentang Pembelajaran semester genap Tahun pelajaran 2020/2021 pada masa pandemi Covid-19.

Pilihan metode pembelajaran tetap diserahkan ke orang tua murid. Pilihannya bisa PTM dengan maksimal 3 jam belajar, atau mimilih Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 

"Untuk pembelajaran bagi peserta didik selama bulan Ramadan dilaksanakan paling lama 3 jam dengan mematuhi prokes, dan terakhir paling lambat pada pukul pukul 12.00," Ujar Kadisdik Kota Jambi, Mulyadi, dikutip dari jambi-independent.co.id

Pelaksanaan ujian sekolah bagi kelas VI SD dan kelas IX SMP diselenggarakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan berdasarkan surat edaran Disdik Kota Jambi Ni PK. 00.00/534/DISDIK.2021 tanggal 22 Maret 2021 perihal jadwal ujian tahun pelajaran 2020/2021.

"Termasuk cara berpakaian agar tetap menggunakan pakaian dinas yang telah ditentukan, dan selama bulan Ramadan diharapkan memakai peci atau kopiah bagi pria dan memakai selendang atau kerudung bagi wanita. Non muslim agar dapat menyesuaikan," Tambah Mulyadi.

Baca Jadwal Imsakiyah Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya

Di samping itu kepala satuan pendidikan bertanggung jawab dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pengembangan karakter religius peserta didik, dengan tetap taat prokes. "Pengawas dan penilik melakukan pendampingan, pembinaan, monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan pembelajaran pada bulan Ramadan tahun 2021 dan melaporkannya kepada Kepala Dinas melalui bidang terkait," tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha menyebutkan, para pelajar di satuan pendidikan Kota Jambi tetap masuk seperti biasa. "Kalau libur kasihan mereka. Karena sudah lama di rumah, kalau disuruh memilih mau sekolah atau di rumah, pasti mereka mau sekolah," kata dia.

Ditanya jumlah guru yang positif Covid-19, Fasha mengatakan jumlahnya tak signifikan. "Dari jumlah 4.000 itu, hanya ada puluhan yang positif," katanya. Fasha mengatakan masih adanya lonjakan kasus, karena swab terus dilakukan.

"Kalau tidak mau meningkat kasusnya tidak usah lagi melakukan swab. Karena pemerintah terutama Kota Jambi saat ini tengah melakukan swab terhadap tenaga kependidikan. Sekolah negeri sudah selesai, sekarang giliran sekolah swasta," tambahnya.

Lanjutnya, jika tidak mau ada kasus positif atau ada penambahan maka tidak perlu lagi ada swab. "Kita stop saja, sudah selesai. Tapi yang penting itu masih linier, dalam artian misalnya kita vaksin 100 lalu yang positif ada lima atau sepuluh itu masih wajar, tapi kalau vaksin 100 lalu yang positif 500 itu tidak linier," jelas Fasha.(*)

sumber jambi-independent.co.id

TerPopuler